Dalam sepekan terakhir, Durian Sawang mulai membanjiri Pasar Malacanang, Lancang Barat. Durian musiman tersebut dijual pada kisaran harga Rp. 10.000 hingga Rp. 30.000 per buahnya, tergantung ukuran.
Menurut salah seorang pedagang di Pasar Malacanang, Andi, harga tersebut tergolong sangat murah, makanya banyak diserbu pembeli. Di samping itu, kualitas Durian Sawang juga cukup bagus, selain rasanya manis juga memiliki isi yang tergolong tebal.
"Kami membeli dari agen besar yang langsung membelinya atau mendatangkannya dari Sawang. Dari segi keuntungan, kami hanya mengambilnya sedikit. Walaupun begitu, kami betah jualan disini, karena jumlah peminat Durian Sawang di sekitaran Malacanang tergolong ramai dibandingkan tempat lain," kata pedagang tersebut.
Ditambahkan Andi, setiap datangnya musim durian, jumlah pedagang selalu membanjiri lapak-lapak jualan di pinggiran jalan, tak terkecuali di Malacanang, sehingga pembeli memiliki banyak pilihan dan bebas memilih lokasi untuk melakukan transaksi.
“Di pasar ini kami hanya menjualnya pada siang hari, kalau malam hari biasanya kami pindah ke tempat lain yang lebih ramai. Keuntungan yang kami peroleh pun cukup lumayan," ujar Andi mengakhiri.
Menurut salah seorang pedagang di Pasar Malacanang, Andi, harga tersebut tergolong sangat murah, makanya banyak diserbu pembeli. Di samping itu, kualitas Durian Sawang juga cukup bagus, selain rasanya manis juga memiliki isi yang tergolong tebal.
"Kami membeli dari agen besar yang langsung membelinya atau mendatangkannya dari Sawang. Dari segi keuntungan, kami hanya mengambilnya sedikit. Walaupun begitu, kami betah jualan disini, karena jumlah peminat Durian Sawang di sekitaran Malacanang tergolong ramai dibandingkan tempat lain," kata pedagang tersebut.
Ditambahkan Andi, setiap datangnya musim durian, jumlah pedagang selalu membanjiri lapak-lapak jualan di pinggiran jalan, tak terkecuali di Malacanang, sehingga pembeli memiliki banyak pilihan dan bebas memilih lokasi untuk melakukan transaksi.
“Di pasar ini kami hanya menjualnya pada siang hari, kalau malam hari biasanya kami pindah ke tempat lain yang lebih ramai. Keuntungan yang kami peroleh pun cukup lumayan," ujar Andi mengakhiri.
