-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Berita (8) Fiksi (1) Humor (5) Inspirasi (3) Lensa (3) Syair Aceh (18) Tausyiah (5)

Gerbong Kereta Api Aceh, "Minggat" Sebelum Beroperasi

Senin, 09 Oktober 2017 | 15.13 WIB Last Updated 2020-08-02T03:08:23Z
Salah satu gerbong Kereta Api Perintis Aceh yang selama ini terparkir di Stasiun Bungkaih Kecamatan Muara Batu, “minggat” dari tempatnya, Sabtu malam (07/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Tidak jelas penyebab gerbong itu dipindahkan. Beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan jalur Kereta Api tersebut mengatakan, pemindahan gerbong tersebut berlangsung pada malam hari. Gerbong yang pernah diresmikan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pada 1 November 2016 yang semula terparkir di Stasiun Bungkaih itu, dipindahkan menuju Stasiun Krueng Geukueh yang jaraknya lebih kurang 11 kilometer.

Sekedar diketahui, gerbong Kereta Api Perintis Aceh itu didatangkan melalui Pelabuhan Umum Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara Aceh Utara, pada Minggu (08/02).


Perjalanan “minggatnya” salah satu gerbong yang belum pernah dioperasikan itu sempat diabadikan sejumlah warga yang bermukim di kawasan itu. Tak lama kemudian, video hasil rekaman mereka beredar di beberapa akun facebook. Akun Agam Meutuah misalnya, bersama video yang diuploadnya ia menulis : “Lancang kuning ka dimulai berlayar malam. Pasukan aneuk mit gesee u bineh!”


Sebagai lanjutan dari postingannya itu, Minggu sore akun Agam Meutuah kembali menampilkan 2 foto menyangkut “minggatnya” gerbong tersebut. Dalam postingan kali ini, pemilik akun tersebut menulis : “Dan si lancang kuning yang berlayar tadi malam, Sabtu 07 Oktober sekira jam 22.00 WIB, entah kemana mau meninggalkan kita.”


Postingan tersebut ditanggapi beragam komentar. Roswati Jafar misalnya, ia menulis : “Jinak puwo u Jawakarta.” Sedangkan Naharuddin menulis : “Ka dicok pulang le kontraktor.” Akun Muntasir Tasir dalam komentarnya juga menulis : “Dibawa pulang seperti mesin PLN Cot Trueng.” Dan komentar yang tak kalah panjang diposting Kamaruzzaman Cameron Atjeh : “Kadang barang pinjaman nyan, untuk ACC proyek.  Otomatis lheuh pura-pura pakek di Aceh dan foto-foto untuk agenda proyek biar cair dana (invoice), ya dikembalikan ke habitatnya lah. Peuraba angen peu meu'en kawei tan mata cit sang geuritan apui nyan di Aceh.”


Dari foto yang diupload Agam Meutuah terlihat jelas, gerbong Kereta Api berwarna kuning biru itu telah ditempatkan di atas 1 unit kendaraan pengangkut dan bersiap menuju tempatnya yang masih misteri.


Namun berdasarkan telusuran penulis dari beberapa sumber di internet, diperoleh informasi bahwa kemungkinan gerbong tersebut akan diangkut ke Provinsi Sulawesi Selatan untuk soft launching Kereta Api Trans Sulawesi pada HUT ke 348 Oktober nanti.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kereta Api Trans Sulawesi, Hendry Hidayat, gerbong Kereta Api yang akan diambil berasal dari Aceh. Hal itu dilakukan lantaran tidak ada gerbong yang cocok untuk bantalan rel Kereta Api yang dibangun di daerah tersebut. Pasalnya, Kereta Api di Sulsel lebih lebar ketimbang yang ada di Jawa. Sehingga, tidak ada yang cocok kecuali gerbong yang ada di Provinsi Aceh.


“Pak Gubernur sudah minta soft launching. Jadi kemungkinan, yang bisa diambil kereta api yang lebarnya hampir sama, itu ada di Aceh. Pinjam dulu dari sana,” kata dia sebagaimana dikutip Harian Aceh Indonesia, Rabu (27/09/2017).
×
Berita Terbaru Update