-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Berita (8) Fiksi (1) Humor (5) Inspirasi (3) Lensa (3) Syair Aceh (18) Tausyiah (5)

Ternyata Begini Makna "Ija Limboet" Dalam Postingan Anak Gadis

Kamis, 28 Desember 2017 | 23.35 WIB Last Updated 2020-08-02T09:31:15Z
Awalnya saya tak mengerti mengapa gadis-gadis sering menyebut "ija limboet" dalam status-status mereka di jejaring sosial facebook. Pernah beberapa kali saya tanyakan hal itu langsung pada pemilik status, namun rata-rata jawabannya hanya sebatas emoticon senyum atau ketawa saja. Hingga suatu hari, seorang teman cewek yang sudah sangat saya kenal menulis : "Han ek ta eh le lawet nyoe, meu ija limboet tan, pulom musem-musem ujeun lagee nyoe, leupi keudeh."

Terus terang, munculnya status itu membuat saya agak sedikit lega, setidaknya saya sudah memiliki celah untuk mendapatkan jawaban dari dia. Bergegas saya inbok dia, saya tanyakan apa maksud "ija limboet" sebagaimana yang tersebut dalam statusnya.

Sial. Dia mengirimkan saya gambar emoticon orang ketawa. Di bawah gambar itu dia menulis : "Rahasia dong!" Wah, benar-benar busyet deh!

Sejak saat itu saya berpikir, tidak ada cara lain selain harus fokus memantau postingannya, siapa tahu suatu saat ada jawaban yang mungkin tersirat dari postingan-postingan dia selanjutnya.

Sebenarnya "ija limboet" itu hanyalah sebuah istilah dalam Bahasa Aceh. Dalam Bahasa Indonesia, "ija limboet" disebut dengan selimut, yaitu kain pembalut tubuh yang fungsinya sebagai penghalau hawa dingin. Kebiasaannya, selimut atau "ija limboet" itu digunakan pada malam hari ketika tubuh mulai digasak hawa dingin.

Secara garis besar, "ija limboet" terbagi dalam 2 kategori. Ada "ija limboet" tipis dan ada "ija limboet" tebal.

Rinciannya, "ija limboet" tipis biasanya digunakan oleh mereka yang mendiami wilayah-wilayah pesisir. Ini berkaitan dengan suhu atau cuaca di kawasan itu yang cenderung panas. Sedangkan "ija limboet" tebal biasanya digunakan oleh orang-orang yang mendiami kawasan pegunungan. Tentu saja hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca disana yang cenderung berhawa dingin. Yang jelas, perbedaan iklim di dua kawasan tersebut sangat mempengaruhi penggunaan "ija limboet."

Nah, lalu apa yang saya lakukan setelah mendapatkan jawaban "rahasia dong" itu?

Sejak itu, saya mulai tertarik meneliti dan mengikuti postingannya secara sembunyi-sembunyi. Pada dasarnya dalam hati kecil, saya sudah bisa menebak bahwasanya "ija limboet" itu hanyalah semacam kode tersendiri yang digunakan para gadis untuk mengungkap sesuatu yang tidak mungkin diungkapkannya secara gamblang. Inilah sebenarnya yang membuat saya jadi tertarik.

Nah, suatu malam ketika saya sedang asyik-asyiknya memantau pergerakan teman saya itu di jejaring sosial facebook, sebuah pesan tiba-tiba masuk : "Bang! Besok ke rumah ya?"

"Ada acara apa?" tanya saya.

"Saya nikah," jawabnya, disertai gambar emoticon orang tersenyum sambil menutup mulut.

Saya jawab saja "oke," di depannya saya selipkan juga gambar jempol besar sebagai tanda apresiasi atas pernikahannya. Setelah itu chat berakhir.

Malam besoknya, ketika saya sedang asyik online sambil menikmati kue pemberian hari pernikahan teman saya itu, tiba-tiba sang teman update status. Buru-buru saya baca. Dia menulis : "Horeee! Nyoe baroe mangat ta eh malam, kana ija limboet."

Weleh...Weleh. Ternyata "ija limboet" itu adalah Suami.
×
Berita Terbaru Update