Beberapa amalan
yang bisa dilakukan sebelum tidur sudah dijelaskan oleh Rasulullah SAW melalui
sabda-sabdanya dalam bentuk Hadits. Amalan-amalan tersebut kemudian disebarkan
oleh para Ulama untuk diajarkan secara turun-temurun kepada famili, sahabat serta saudara-saudara muslim dan muslimah lainnya. Sebagai umat, kita hanya tinggal mempelajari sebaik mungkin dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah, dengan pengamalan yang dilandasi keyakinan dan keikhlasan, kita akan memperoleh pahala yang berlipat ganda juga syafa'at yang tidak disangka-sangka. Berikut beberapa penjelasan mengenai
amalan-amalan tersebut yang sangat baik dilakukan menjelang tidur berdasarkan
Hadits-Hadits shahih :
- Mengumpulkan kedua
telapak tangan, kemudian meniup keduanya. Lalu membaca Surat Al-Ikhlas,
Al-Falaq dan An-Nas. Kemudian mengusap badan semampunya dengan kedua
tangan, dimulai dari kepala, wajah dan bagian depan dari badannya. Hal ini
dilakukan 3 kali. (HR. Al-Bukhari bersama Fathul Bari 9/62 dan Muslim
4/1723)
- Membaca Ayat Kursi.
Barang siapa yang membacanya ketika dia merebahkan dirinya di tempat
tidur, maka sesungguhnya akan senantiasa ada baginya dari sisi Allah yang
akan menjaganya dan syaithan tidak akan mendekatinya sampai subuh. (HR.
Al-Bukhari bersama Fathul Bari 4/487)
- Membaca Surat
Al-Baqarah : 285-286 (dua ayat terakhir). Barang siapa yang membaca dua
ayat ini pada malam hari, maka dua ayat ini akan mencukupinya. (HR.
Al-Bukhari bersama Fathul Bari 9/94 dan Muslim 1/554)
- Rasulullah SAW bersabda : Apabila salah seorang dari kalian bangkit dari tempat tidur,
kemudian kembali lagi, maka kibasilah (bersihkanlah) tempat tidur tersebut
dengan ujung kain/sarungnya tiga kali dan sebutlah nama Allah. Karena
sesungguhnya dia tidak tahu apa yang menggantikannya setelah dia
meninggalkannya. Dan apabila dia berbaring (hendak tidur), maka ucapkanlah
:
بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Dengan nama-Mu, Ya Tuhanku, aku meletakkan lambungku, dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya. Maka jika Engkau menahan jiwaku (ruhku) maka rahmatilah dia. Dan jika Engkau melepaskannya, maka jagalah dia dengan sesuatu yang Engkau jaga dengannya hamba-hamba-Mu yang shalih. (HR. Al-Bukhari 11/126 dan Muslim 4/2084)
- Membaca :
اللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ
Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menciptakan jiwaku (ruhku) dan Engkaulah yang mewafatkannya. Milik Engkaulah mati dan hidupnya. Jika Engkau menghidupkannya, maka jagalah dia dan jika Engkau mematikannya, maka ampunilah dia. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu keselamatan. (HR. Muslim 4/2083 dan Ahmad 2/79, dan lafadh hadits ini miliknya)
- Nabi SAW apabila ingin tidur, maka beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya. Kemudian membaca :
اللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ
Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. (Dibaca tiga kali. Hadits Riwayat Abu Dawud 4/311 dan ini lafadhnya, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/143).
