- Kekayaan
hanya diperuntukkan bagi kesenangan hidup, bukan hidup untuk memperoleh
kekayaan. Mereka bertanya kepada seseorang yang bijak : "Siapakah
yang beruntung dan siapakah yang merugi?” Ia menjawab : “Keberuntungan adalah
bagi siapa yang menabur dan menuai, sedangkan yang tidak beruntung adalah
orang yang meninggal dunia dan meninggalkan ketidakberuntungan
di belakangnya.”
- Suatu
bangsa diperindah oleh orang-orang terpelajar dan suatu agama diperindah
oleh pemeluknya yang shaleh.
- Jangan
membuka semua rahasiamu kepada teman-temanmu, karena suatu hari mungkin
mereka akan menjadi musuhmu, dan jangan melakukan semua kejahatanmu
terhadap musuhmu, karena boleh jadi suatu saat mereka akan menjadi
teman baikmu.
- Sebuah
gagasan yang ingin engkau rahasiakan jangan diceritakan kepada seseorang,
betapa pun engkau mempercayainya, karena engkau sendiri tidak dapat
menyimpan rahasiamu, maka jangan berharap orang lain dapat lebih darimu
(dalam menjaga rahasia). Lebih baik berhati-hati daripada berkata pada
orang lain, yang kemudian engkau mengharapkan mereka agar mau menyimpan
rahasia itu. Jangan berkata pada siapapun apa yang engkau tidak ingin
setiap orang mengetahuinya.
- Untuk
mengecek mawar yang indah adalah terletak pada baunya, bukan pada perkataan
pemilik kebun. Orang bijak seperti sekuntum bunga mawar yang mekar,
meskipun diam, semerbak baunya tetap harum terpencar. Sementara orang
dungu ibarat sebuah tong, nyaring bunyinya, kosong isinya (tidak berilmu
dan tidak bermanfaat untuk orang lain).
- Jika
engkau mendengar berita yang menyakitkan hati, lebih baik diam. Jadilah
seperti burung Bulbul, membawa berita baik di musim semi dan meninggalkan
berita buruk bagi burung hantu.
- Kesabaran
mengantarkan kita pada keberhasilan, kekerasan akan mengantarkan kita pada
kekecewaan.
Nasehat Keramat Abu Sa'adi, Murid Ternama Syech Abdul Qadir Jaelani
Junaidi Mukhtar
Selasa, 11 Juli 2017 | 15.20 WIB
Last Updated
2020-08-06T09:14:43Z
