-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Berita (8) Fiksi (1) Humor (5) Inspirasi (3) Lensa (3) Syair Aceh (18) Tausyiah (5)

Nasehat Keramat Abu Sa'adi, Murid Ternama Syech Abdul Qadir Jaelani

Selasa, 11 Juli 2017 | 15.20 WIB Last Updated 2020-08-06T09:14:43Z
Ada banyak kejadian dalam hidup yang mungkin membuat kita terpuruk dan menyesali keadaan. Adakalanya kejadian-kejadian itu tidak pernah kita prediksi sebelumnya, sehingga kita melakukannya tanpa ragu sedikit pun. Hingga pada akhirnya, apa yang kita lakukan itu membuahkan penyesalan. Penyesalan boleh-boleh saja, tapi jangan lupa untuk kembali bangkit dan menata kembali kehidupan. Namun sebelum melangkah, berikut ada beberapa nasehat yang mungkin dapat dijadikan pedoman dalam menata kembali kehidupan baru. Meski hanya sekedar kata-kata, nasehat berikut bisa menjadi inspirasi untuk menata hidup ke arah yang lebih baik :

  1. Kekayaan hanya diperuntukkan bagi kesenangan hidup, bukan hidup untuk memperoleh kekayaan. Mereka bertanya kepada seseorang yang bijak : "Siapakah yang beruntung dan siapakah yang merugi?” Ia menjawab : “Keberuntungan adalah bagi siapa yang menabur dan menuai, sedangkan yang tidak beruntung adalah orang yang meninggal dunia dan meninggalkan ketidakberuntungan di belakangnya.”
  2. Suatu bangsa diperindah oleh orang-orang terpelajar dan suatu agama diperindah oleh pemeluknya yang shaleh.
  3. Jangan membuka semua rahasiamu kepada teman-temanmu, karena suatu hari mungkin mereka akan menjadi musuhmu, dan jangan melakukan semua kejahatanmu terhadap musuhmu, karena boleh jadi suatu saat mereka akan menjadi teman baikmu.
  4. Sebuah gagasan yang ingin engkau rahasiakan jangan diceritakan kepada seseorang, betapa pun engkau mempercayainya, karena engkau sendiri tidak dapat menyimpan rahasiamu, maka jangan berharap orang lain dapat lebih darimu (dalam menjaga rahasia). Lebih baik berhati-hati daripada berkata pada orang lain, yang kemudian engkau mengharapkan mereka agar mau menyimpan rahasia itu. Jangan berkata pada siapapun apa yang engkau tidak ingin setiap orang mengetahuinya.
  5. Untuk mengecek mawar yang indah adalah terletak pada baunya, bukan pada perkataan pemilik kebun. Orang bijak seperti sekuntum bunga mawar yang mekar, meskipun diam, semerbak baunya tetap harum terpencar. Sementara orang dungu ibarat sebuah tong, nyaring bunyinya, kosong isinya (tidak berilmu dan tidak bermanfaat untuk orang lain).
  6. Jika engkau mendengar berita yang menyakitkan hati, lebih baik diam. Jadilah seperti burung Bulbul, membawa berita baik di musim semi dan meninggalkan berita buruk bagi burung hantu.
  7. Kesabaran mengantarkan kita pada keberhasilan, kekerasan akan mengantarkan kita pada kekecewaan.
×
Berita Terbaru Update